Pertemuan Puncak
Pertemuan malam itu sangat berkesan karena masih seperti mimpi, seorang
direktur hotel bersedia menemui seorang pemuda biasa yang tak punya apa-apa
yang hanya sekedar ingin bertanya kepadanya bagaimana cara menjadi orang yang
sukses sepertia dia. Karena pemuda tadi terobsesi untuk menjadi seorang
direktur hotel. sungguh sangat tidak menyangka orang sesibuk dia masih mau saja
menyempatkan diri untuk bertemu dengan pemuda yang belum jelas ini arah
hidupnya.
Dari pertemuan yang bedurasi 1 jam itu sang
direktur memberikan sedikit nasihat tentang bagaimana cara memulai untuk
mewujudkan cita-citanya tersebut, sang direktur mengatakan bahwa “Pastikan
di hadapanmu ada cita-cita jelas untuk sampai kepada apa yang kamu ingin
capai. Buatlah rencana akurat. Dan buatlah
rencana itu menjadi beberapa bagian. Diantaranya adalah perencanaan pekerjaan. Hal itu
mengkhususkan tahapan-tahapan kerja anda. Berikutnya adalah perencanaan pembelajaran. Hal ini
mengkhususkan kemajuan intelektualmu. Terakhir adalah perencanaan social. Hal ini untuk mengkhususkan hubungan-hubungan social
yang menguntungkan. Dan jagangn lupa perencanaan
kesehatan agar kamu menjaauhi semua perilaku yang tidak bermanfaat seperti
merokok, minum minuman keras, mengoonsumsi narkoba, melakukan kemaksiatan yang
membuat anda kehilangan kesempatan besar dalam hidup anda. Jangan lupa juga menjalin hubungan baik dengan Sang Pencipta.
Jadilah orang yang kuat spiritualnya. Milikilah ilia-nilai tinggi yang dapat
menuntun anda pada keseimbanagn hidup”
Sang direktur
menambahkan “Ingatlah, jalan kesuksesan
itu sulit dan bercabang. Kamu akan dihadapkan pada berbagai tantangan yang
mungkin tidak akan terbersit sebelumnya di hatimu. Saat itu kamu akan berada di
negeri hijrah. Persaingan sangat ketat, kuat, dan keras terhadap semua orang,
baik yang menyangkut profesi maupun menyangkut kepribadian. Karena itu, buatlah
rencana terhadap semua kemungkinan. Berintekasilah dengan semua kemungkinan
tersebut. Belajarlah darinya, bahkan tulislah semua kemungkinan tersebut, agar
menjadi referensi hidupmu”.
Ketika hendak berpamitan, sang direktur menemaninya
hingga kedepan pintu lalu bersalaman penuh keakraban kemudian sambil menepuk
pundaknya dan berkata “Menurut hati
saya, in syaa Allah kamu akan menjadi orang besar”. Disepanjang jalan pemuda
tersebut tak bisa membendung air matanya
sambil memikirkan semua perkataan sang direktur.
Setibanya di rumah, dia
masih terkagum kagum dengan sang direktur bukan karena dari tips kesuksesan
yang telah ia sampaikan tapi terlebih kepada kepribadian sang direktur hingga
ia pun menuliskan pada buku catatannya kepribadian sang direktur tersebut
berharap dia pun bisa meniru keindahan perilakunya, diataranya:
1. Waktu
Sang direktur terlihat sebagai pribadi yang sangat
teratur dan disiplin waktu. Dia selalu memiliki waktu untuk melakukan sesuatu dan
menemui orang yang diinginkannya . alhasil orang sukses mampu meuangkan waktunya
betapapun padatnya jadwal dan kesibukan. Sebaliknya, orang yang ingin terlihat
sibuk oleh orang lain pada dasarnya dia tidak menghasilkan apa pun yang layak
diceritakan.
2. Rendah Hati
Sang direktur sangat rendah hati. Buktinya dia berkenan
menemui orang seperti pemuda yang sderhada dan tidak dikenal sebelumya untuk
belajar rahasia kesusksesan darinya. Berbeda halnya dengan sosok lain. Karena sombong,
mereka tak mau menyia-nyiakan waku untuk berjumpa dengan pemuda sederhana yang
ingin belajar darinya.
3. Akhlaq
Senyum lebar tak pernah lepas dari wajahnya. Itulah yang
mmebuat sipemuda nyaman untuk bercerita. Dia bertanya dengan sopan dan slalu
mendengarkan setiap kata yang diucapkan oleh pemuda ini. Sebaliknya orang yang angkuh biasanya tidak memberikan
perhatian apapun kepada oaring yang dianggapnya lebih rendah darinya. Tak jarang
kita mendapatinya terus berbicara via ponselnya dan sedikit sedikit
memperhatikan jam agar terliat sibuk dan harus mengakhir pertemuannya.
4. Tertib dan disiplin
Meski kantornya kecil, tetapi cukup lega, rapid an tertata.
Tampak di beberapa pojoknya ada tumbuhan. Di salah satu sudutnya ada akuarium
yang berisi ikan hias. Lemarinya penuh buku referensi dan kaset. Semua tertata
dengan rapi. Tak satupun file yang tercecer di hadapannya. Dan itu semua dia
sendiri yang mengerjakan. Sedngkana file file tertsusun dengan rapi sesuai
dengan abjad agar dapat digunakan saat dibutuhkan. Seblaiknya, 0rang yang tidak
disiplin biasanya selalu marah-marah karena kertas-kertas file yang hidalng dan
kantornya terlihat berantakan dengan file dan buku.
5. Nasihat yang baik
Dia menasihati dengan baik, menyesuaikan dengan tingkat
pemahaman sipemuda tersebut.
Dalam hati si pemuda bergumam “siapa
saja yang menjadi guru bagi saya walaupun sehari maka ia akan menjadi kawan
selamanya”.

Komentar
Posting Komentar